:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3985851/original/076163300_1649154109-20220405-Bank-Dunia-Ekonomi-Indonesia-3.jpg)
Empat rancangan peraturan daerah sekaligus masuk meja DPRD DKI Jakarta dalam satu rapat paripurna pada Kamis (1/10/2026). Salah satu yang paling menarik perhatian adalah usulan pembentukan Dana Cadangan Daerah — semacam tabungan khusus pemerintah untuk memastikan proyek-proyek besar di Jakarta tidak terhenti karena kehabisan anggaran.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah menjelaskan, dana cadangan ini penting terutama karena Pemprov Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah — surat utang yang dijual ke publik untuk mendapatkan dana pembangunan infrastruktur. Ketika utang itu jatuh tempo, pemerintah butuh jaminan anggaran yang sudah disiapkan dari jauh-jauh hari. “Dana cadangan daerah merupakan bagian penting dalam membangun kapasitas fiskal daerah yang lebih terencana dan berkelanjutan,” kata Ima.
Soal obligasi daerah, Ima menegaskan instrumen itu bisa menjadi sumber dana segar untuk mempercepat pembangunan. “Dalam rangka membiayai pembangunan infrastruktur dan mengakselerasi pembangunan di Provinsi DKI Jakarta, perlu diselenggarakan pembangunan yang berkelanjutan serta berdaya saing dengan memastikan ketersediaan sumber pembiayaan yang memadai, inovatif dan berkelanjutan, salah satunya melalui penerbitan Obligasi Daerah,” ujarnya.
Selain dana cadangan, rapat paripurna itu juga membahas perubahan status hukum tiga perusahaan milik daerah, termasuk PAM Jaya dan Transjakarta. Yang tak kalah besar adalah rencana transformasi PT Bank DKI menjadi Bank Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan perubahan nama sekaligus bentuk badan hukum itu bagian dari strategi penguatan kapasitas bank tertua milik daerah tersebut.
Pramono juga mengusulkan penambahan modal dasar Bank Jakarta secara signifikan. “Modal dasar Bank Jakarta akan ditingkatkan dari sebelumnya Rp 11,5 triliun menjadi Rp 26 triliun, dengan modal disetor sebesar Rp 6,578 triliun,” jelasnya. Langkah ini diharapkan membuat Bank Jakarta semakin kuat bersaing dan mampu mendukung kebutuhan pembiayaan pembangunan ibu kota ke depan.
Sumber: Liputan6
